Ketua eksekutif (CEO)
PT Liga Indonesia Joko Driyono mengungkapkan, wacana bergulirnya ASEAN
Super League (ASL) pernah mendapat penolakan dari konfederasi sepakbola
Asia (AFC).
Dalam bincang-bincang disela-sela peryaan HUT PSSI
ke-83 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Joko yang telah
mengikuti wacana ASL sejak 2007 mengatakan, penolakan itu disebabkan
kompetisi tersebut banyak melanggar aturan yang berlaku di sepakbola.
“Wacana
ASL itu sempat dibawa ke AFC, tapi mereka menolaknya. Sebab, klub-klub
peserta ASL ini bukan anggota dari asosiasi masing-masing negara, karena
mereka merupakan klub baru,” ungkap Joko.
“Jika ASL digulirkan,
maka klub-klub baru itu berafiliasi kemana? Memang franchise tidak ada
yang salah, tapi mereka bukan anggota asosiasi mana pun, karena tim yang
bertanding bukan tim dari kompetisi masing-masing asosiasi. Ini saja
sudah melanggar regulasi yang berlaku di organisasi sepakbola.”
“Kasus
ini hampir sama dengan sejumlah klub-klub besar Eropa yang ingin
menggulirkan kompetisi sendiri beberapa waktu lalu, tapi mendapat
penolakan dari UEFA.”
“Masih banyak hal yang harus
dipertimbangkan, dan saya melihat AFF sudah cukup hati-hati merumuskan
hal itu, karena formatnya masih digodok. Mungkin ASL bisa diterima jika
pesertanya berasal dari juara, atau penghuni papan atas liga
masing-masing negara.”
Source :
www.goal.com